Mei yang lalu saya berlabuh..
Melambai mesra padamu..
Saya masih ingat jelas saat itu sayang..
Air mataku tak bersahabat ketika itu..
Terus mengalir diujung mata..
Juni menjadi awal yang berat..
Kita berjalan sendiri..
Titik koordinat, ruang dan waktu kita berbeda..
Saya mulai beraktifitas saat adzan subuh baru saja bergema membangunkanmu..
Juli menyapaku sendu..
Pertengkaran-pertengkaran kecil menghiasi hari-hari kita..
Bulir-bulir airmata kadang mengantar tidurku setelah perbincangan malam kita..
'Aku Rindu' jelasmu..
'Amarah ini karena Aku merindukanmu' tegasmu lagi..
'Pulanglah' pesan penutup sebelum suaramu berlalu diujung selular..
Agustus dan rindu semakin tak terbendung..
Hari semakin hari kita saling merindukan sosok utuh..
Bukan sekedar sederatan kata mesra melalui teks pendek..
Bukan juga suara..
'Aku butuh melihat sosokmu utuh' ucapmu tegas..
September, Kita tak lagi bergelut dengan rindu..
Kita membiarkan rindu itu berkembang tanpa berbincang hebat tentang rindu..
Namun.. Zat ini memang luar biasa,,
Mengusik dan mengelitik pasti..
Oktober ke-3 kita menyambut sayang..
Dengan perayaan berbeda, ucapan berbeda namun terpanjat Doa yang satu kepadaNya..
Sebuah Pertemuan..
November menyapa berurut dengan Desember yang menyambut cepat..
Dan kita masih berada di dua ruang waktu yang berbeda..
Dan saya masih tetap rindu sayang.. Menanti untuk pertemuan kita segera..
Nov'29 #tayanggILHAM..
Thursday, 29 November 2012
Wednesday, 24 October 2012
Happy 3rd anniversary my dear..
Happy 3rd anniversary my dear..
Ini Oktober ke-3 kita sayang.. Puji syukur untuk Sang Pemilik Cinta yang memelihara kita hingga saat ini..
Jika pada dua Oktober sebelumnya kita selalu meluangkan waktu menanti pergantian hari di setiap tanggal 24 walaupun hanya ditemani sepotong kata 'happy anniversary syg' namun di Oktober kali ini lain. Berada dititik koordinat yang berbeda, zona waktu yang juga berbeda, kita merayakannya dengan sederhana. I Wish to See You Soon My Dear.. Longing you so damn much..
Happy Anniversary..
PS : I LOVE YOU
Jayapura, 24 Oktober 2012 3:29 AM
Ini Oktober ke-3 kita sayang.. Puji syukur untuk Sang Pemilik Cinta yang memelihara kita hingga saat ini..
Jika pada dua Oktober sebelumnya kita selalu meluangkan waktu menanti pergantian hari di setiap tanggal 24 walaupun hanya ditemani sepotong kata 'happy anniversary syg' namun di Oktober kali ini lain. Berada dititik koordinat yang berbeda, zona waktu yang juga berbeda, kita merayakannya dengan sederhana. I Wish to See You Soon My Dear.. Longing you so damn much..
Happy Anniversary..
PS : I LOVE YOU
Jayapura, 24 Oktober 2012 3:29 AM
Friday, 5 October 2012
My Miss of Wise Word..
Perkenalkan salah satu sahabat perempuan saya. Full name-nya Hj. Sri Wahyuni S.S, just call her Aji Yuyun. I officially met her five years ago, yes, it was august of 2007. When i entered the Hasanuddin University. I still remember, a shine morning be my friend while i starts my very new life in a new place. I just didn't believe that i could past the test and be there at that time.
She sit next to me, a girl with a veil. We didn't talk each other until i saw, she wrote her name in the attendence list. What a day, we have a same last name 'Wahyuni'. As a new student we have no idea what to do and where to go. Fortunately we went to the same class. That was how the story begun.
She is one of my besties. She is the master of wise word, sometimes funny but she has a very though heart and kind a introvert person. She speaks much but not for the personal thing. She is a very good daugther and sophisticated one also she has a good skill in saving money. Hey.. I like you girl.. We've through so much fun and sad.
Love story, i didn't know much and she will never tell us if she was hurt until we figured out by ourselves. I didn't even remember, did she ever cry in front of us?. Hmm i think it was no. She never cry in front of us. She hide it perfectly. Proud of you dear :)..
30th of july is her birthday. I'll keep it in my mind yun. Oh ya.. I ever sent her a birthday text a month earlier. Poor me hehehe..
Five years.. We've been know each other for five years.. Thank to Allah for letting me met you darling.
*Wish you a very wonderfull life dear..
*Wish you to see you again SOON :)
She sit next to me, a girl with a veil. We didn't talk each other until i saw, she wrote her name in the attendence list. What a day, we have a same last name 'Wahyuni'. As a new student we have no idea what to do and where to go. Fortunately we went to the same class. That was how the story begun.
She is one of my besties. She is the master of wise word, sometimes funny but she has a very though heart and kind a introvert person. She speaks much but not for the personal thing. She is a very good daugther and sophisticated one also she has a good skill in saving money. Hey.. I like you girl.. We've through so much fun and sad.
Love story, i didn't know much and she will never tell us if she was hurt until we figured out by ourselves. I didn't even remember, did she ever cry in front of us?. Hmm i think it was no. She never cry in front of us. She hide it perfectly. Proud of you dear :)..
30th of july is her birthday. I'll keep it in my mind yun. Oh ya.. I ever sent her a birthday text a month earlier. Poor me hehehe..
Five years.. We've been know each other for five years.. Thank to Allah for letting me met you darling.
*Wish you a very wonderfull life dear..
*Wish you to see you again SOON :)
Wednesday, 3 October 2012
Malam..
Aku mencintai malam..
Dengan langitnya yang bagiku meneduhkan serta kilau-kilau bintangnya yang menenangkan aku saat terpisah ribuan Km darimu..
Aku menikmati malam..
Dengan bulannya aku menyadari bahwa kita mungkin terpisah jarak namun masih melihat pernama bulan yang sama..
Aku selalu merindukan malam..
Malam selalu menjadi teman yang baik saat perbincangan berjam-jam kita lalui. Malam serasa begitu bersahabat..
Aku begitu mencintai malam, sebagaimana dalam kitab yang saya yakini, malam adalah saat terbaik bagi umat untuk memohon dan merasa dekat dengan Sang Penciptanya..
Attachment includes the note and its objects
Dengan langitnya yang bagiku meneduhkan serta kilau-kilau bintangnya yang menenangkan aku saat terpisah ribuan Km darimu..
Aku menikmati malam..
Dengan bulannya aku menyadari bahwa kita mungkin terpisah jarak namun masih melihat pernama bulan yang sama..
Aku selalu merindukan malam..
Malam selalu menjadi teman yang baik saat perbincangan berjam-jam kita lalui. Malam serasa begitu bersahabat..
Aku begitu mencintai malam, sebagaimana dalam kitab yang saya yakini, malam adalah saat terbaik bagi umat untuk memohon dan merasa dekat dengan Sang Penciptanya..
Attachment includes the note and its objects
Sunday, 16 September 2012
Ihh..
Ihh..
Rindu itu menggemaskan,,
menggelitik hati perlahan seperti denting waktu.
Ahh..
Rindu ini diluar kendali hati saya,,
menyatu dalam denyut-denyut nadi,,
menyerang syaraf-syaraf otak yang kian hari menua,,
argh..
Rindu ini membuat saya hampir sakaw, entahlah mungkin lebih dari itu,
saya tidak menemukan kata yang tepat untuk ini,
Rindu ini membekukan saya ditengah hangatnya mentari,
menyesakkan saya dalam segarnya embun pagi dan terkadang menghangatkan saat dingin malam menusuk.
Hmm..
Rindu ini membolak-balik pola pikir saya,,
mempercepat detak jantung saya,,
saya mencoba menerjemahkan rindu dalam buku cerita cinta, kamus kata hingga pada secarik kertas pembungkus coklat namun penawar itu tidak juga saya temukan.
Rindu itu menggemaskan,,
menggelitik hati perlahan seperti denting waktu.
Ahh..
Rindu ini diluar kendali hati saya,,
menyatu dalam denyut-denyut nadi,,
menyerang syaraf-syaraf otak yang kian hari menua,,
argh..
Rindu ini membuat saya hampir sakaw, entahlah mungkin lebih dari itu,
saya tidak menemukan kata yang tepat untuk ini,
Rindu ini membekukan saya ditengah hangatnya mentari,
menyesakkan saya dalam segarnya embun pagi dan terkadang menghangatkan saat dingin malam menusuk.
Hmm..
Rindu ini membolak-balik pola pikir saya,,
mempercepat detak jantung saya,,
saya mencoba menerjemahkan rindu dalam buku cerita cinta, kamus kata hingga pada secarik kertas pembungkus coklat namun penawar itu tidak juga saya temukan.
Pikiran dan Tubuhku Protes
Pikiran, hati serta badan saya benar-benar belum bisa menerima ketiadaan sosok Ilham saat hari libur menyapa. Otak saya merekam jelas bagaimana kami biasa menghabiskan hari libur bersama dipenghujung minggu. Weekend atau hari apa saja yang berwarna merah dalam penanggalan akan menjadi special bagi kami, sekedar duduk ditepi danau kampus, makan malam ala anak kuliahan, sampai tongkrongan tengah malam dengan secangkir sarabba. Hal itu tertanam jelas dipikiran saya.
Dan saat ini, saat ujung minggu terlewati tanpa bersamanya, tubuh dan pikiran saya melakukan protes keras. Tubuh saya yang awalnya semangat menanti libur akan kehilangan semangat, malas menggrogoti pikiran.. We need to meet each other perfectly #ILHAM
Dan saat ini, saat ujung minggu terlewati tanpa bersamanya, tubuh dan pikiran saya melakukan protes keras. Tubuh saya yang awalnya semangat menanti libur akan kehilangan semangat, malas menggrogoti pikiran.. We need to meet each other perfectly #ILHAM
Monday, 2 July 2012
Sensuntal = Senin Suntuk Total
Hari ini langit mendung, hujan gerimis dengan ritmenya yang teratur menemani saya sejak pagi hingga sore hari bahkan saat senja menjelang, mungkin karena sisa-sisa euforia piala eropa semalam dimana warga sekitar rumah saya mengadakan pesta kembang api. Saya juga bingung sendiri, betapa kuatnya daya tarik pertandingan bola sampai menyamai riuh perayaaan Tahun baru. Kembang api, suara 'horn' motor dan mobil belum lagi teriakan para supporter yang sejujurnya sedikit mengganggu. Saya memang bukan penggemar bola.
Kembali ke masalah ke-suntuk-an yang menjejali pikiran, jiwa dan raga saya *maaf agak lebay. Tidak adanya kesibukan yang jelas membuat saya merasa tingkat tinggi. Ditambah lagi, jarak yang jauh dari Ayang terkasih *curcol cinn. Lengkap rasanya. Hari-hari yang biasanya penuh kesibukan atau lebih jelas menyibukkan diri kini 180 derajat berubah. Ruang gerak saya sebatas dikamar dengan kotak segiempat bergambar yang jika dapat berbicara mungkin akan complaint karena jari saya yang sedikit-sedikit menyalakan kemudian sedikit-sedikit mematikan. Maafkan saya TV. Ada juga telepon genggam yang tidak hentinya diutak-atik berharap ada bunyi penanda panggilan masuk ataupun hanya sekedar pesan yang malah keanyakan dari nomor-nomor tidak jelas dengan isi pesan tentang tips tog, promosi pulsa sampai promosi dari provider yang saya gunakan. Nasib memang..
Suntuk itu mengesalkan. suntuk itu saat hati dimana, badan dimana. Suntuk itu saat mau balas sms eh hempongnya ngomong 'maaf,,anda nggak punya pulsa'. Suntuk itu saat rindu tapi tidak bisa bersua. Itu suntuk menurut hemat saya :)
Attachment includes the note and its objects
Kembali ke masalah ke-suntuk-an yang menjejali pikiran, jiwa dan raga saya *maaf agak lebay. Tidak adanya kesibukan yang jelas membuat saya merasa tingkat tinggi. Ditambah lagi, jarak yang jauh dari Ayang terkasih *curcol cinn. Lengkap rasanya. Hari-hari yang biasanya penuh kesibukan atau lebih jelas menyibukkan diri kini 180 derajat berubah. Ruang gerak saya sebatas dikamar dengan kotak segiempat bergambar yang jika dapat berbicara mungkin akan complaint karena jari saya yang sedikit-sedikit menyalakan kemudian sedikit-sedikit mematikan. Maafkan saya TV. Ada juga telepon genggam yang tidak hentinya diutak-atik berharap ada bunyi penanda panggilan masuk ataupun hanya sekedar pesan yang malah keanyakan dari nomor-nomor tidak jelas dengan isi pesan tentang tips tog, promosi pulsa sampai promosi dari provider yang saya gunakan. Nasib memang..
Suntuk itu mengesalkan. suntuk itu saat hati dimana, badan dimana. Suntuk itu saat mau balas sms eh hempongnya ngomong 'maaf,,anda nggak punya pulsa'. Suntuk itu saat rindu tapi tidak bisa bersua. Itu suntuk menurut hemat saya :)
Attachment includes the note and its objects
Tuesday, 19 June 2012
Missing ilham
Entah apa yang membuat diri saya baru seakan menyadari bahwa keadaan ini begitu menyiksa, saya baru merasa kehilangan sosoknya. Jika ia mulai merasakannya saat minggu kedua kami berpisah, maka saat ini giliran saya. Ada sesuatu yang kosong dalam diri saya. Dan itu adalah Dia. Kami melewati hampir seribu hari bersama, kami menjadi identik untuk satu sama lain.
Awalnya saya berfikir semua akan baik, namun sekarang ini saya betul-betul merasa membutuhkan dia. Saya ingat betapa kami suka menciptakan moment-moment yang mungkin menurut kebanyakan orang tidak penting, tapi kami membuatnya lebih dari sekedar penting but priceless :)..
Apa yang sangat saya rindukan saat ini adalah perbincangan kami. Kami pernah terjaga sepanjang malam hanya untuk sekedar bercerita, merangkai mimpi dan bercanda. Kami juga tidak pernah memilih tempat tertentu untuk bercanda. Dari warung kopi pinggir kanal kampus kami hingga restaurant italy kesukaan kami.
saya mencintai sosoknya yang sabar dan penyayang. Dia selalu berusaha menjadi yang terbaik bagi saya. Dia mengerti keluhan-keluhan saya. Ya Tuhan.. Betapa beruntungnya saya mengenal dia.
Saya ingin sekali bertemu doraemon, meminjam pintu ajaib dan bertemu dengannya. Dia benar setumpuk kata yang ia kirim melalui sms atau panggilan suara tidak cukup. Kami membutuhkan lebih dari itu. Kami butuh sosok kami secara utuh. Namun jarak kami yang bermil-mil jauhnya, serta puluhan pulau yang membatasi kami yang hanya dapat ditempuh dengan burung-burung besi membuat kami tidak bisa saling bertemu satu sama lain. Dan saya sedih. Tidak mengindahkan nasehat yang dia berikan sebelum kami betul-betul terpisah :(. Saya merindukan kamu, ILHAM
Awalnya saya berfikir semua akan baik, namun sekarang ini saya betul-betul merasa membutuhkan dia. Saya ingat betapa kami suka menciptakan moment-moment yang mungkin menurut kebanyakan orang tidak penting, tapi kami membuatnya lebih dari sekedar penting but priceless :)..
Apa yang sangat saya rindukan saat ini adalah perbincangan kami. Kami pernah terjaga sepanjang malam hanya untuk sekedar bercerita, merangkai mimpi dan bercanda. Kami juga tidak pernah memilih tempat tertentu untuk bercanda. Dari warung kopi pinggir kanal kampus kami hingga restaurant italy kesukaan kami.
saya mencintai sosoknya yang sabar dan penyayang. Dia selalu berusaha menjadi yang terbaik bagi saya. Dia mengerti keluhan-keluhan saya. Ya Tuhan.. Betapa beruntungnya saya mengenal dia.
Saya ingin sekali bertemu doraemon, meminjam pintu ajaib dan bertemu dengannya. Dia benar setumpuk kata yang ia kirim melalui sms atau panggilan suara tidak cukup. Kami membutuhkan lebih dari itu. Kami butuh sosok kami secara utuh. Namun jarak kami yang bermil-mil jauhnya, serta puluhan pulau yang membatasi kami yang hanya dapat ditempuh dengan burung-burung besi membuat kami tidak bisa saling bertemu satu sama lain. Dan saya sedih. Tidak mengindahkan nasehat yang dia berikan sebelum kami betul-betul terpisah :(. Saya merindukan kamu, ILHAM
Monday, 19 March 2012
'TestPack''
![]() |
| covernya lucu |
Kemarin, sehabis berpetualang dengan hampir terjebak dalam pelatihan MLM yang tidak jelas, saya memutuskan untuk pergi berkunjung ke Panakukang Mall untuk makan siang dan sekedar cuci mata bersama ilham, yang akhirnya berujung di Gramedia. beberapa bulan terakhir saya jadi suka membaca. saya rela menghabiskan waktu saya seharian dikamar saat off atau begadang hingga larut untuk memastikan bahwa saya menamatkan buku yang saya beli. kemarin, pilihan saya jatuh pada buku berjudul TESTPACK by Ninit Yunita. perlu saya akui, saya tertarik unutk membali nuku ini karena judul dan juga karena tulisan pendek di cover belakang buku.
entah mengapa, saya menggolongkan bahwa saya adalah orang yang mengandalkan visual saya dalam menilai sesuatu. saya terkadang membeli sesuatu karena bentuk, warna bahkan covernya yang menarik. sama seperti saat saya memtuskan untuk mengambil TESTPACK. covernya yang sederhana namun cantik menarik perhatian saya.
saya bukan seorang yang maniak buku dan juga bukan seseorang yang mahir menilai buku. hanya saja buku ini memang menarik. TESTPACK adalah bacaan dewasa. kisah sepasang suami dan istri yang mengharapkan kehadiran seorang anak selama tujuh tahun pernikahan namun masih juga belum diberi oleh yang Maha kuasa. sang istri yang pengacara dan suami yang psikolog membuat mereka banyak bertemu masalah rumah tangga dan belajar dari itu dan mereka bahagia. namun keinginan memiliki anak menjadi target utama membuat sang istri addicted to a Testpack. Dengan harapan mendapati dua garis merah di testpack yang menandakan adanya tanda-tanda calon bayi di rahimnya.
sang penulis menceritakan dua sosok sekaligus dalam novel ini. Tata, sang istri dan Rahmat sang suami. this book is awesome.
Sunday, 18 March 2012
Sunday Escape
Off di hari minggu itu memang berbeda seperti hari-hari biasanya..
Sunday has it's own story. off saya kali ini sebenarnya ingin saya habiskan dengan bersantai dikamar, menamatkan novel yang belum habis terlahap karena rutinitas kerja 5 : 1 tiap minggunya. namun percakapan dengan mama semalam memaksa saya, menunda planing bersantai hari ini.
'jangan lupa temui tante **** besok, acaranya bagus lho, untuk berkarir' ucap mama sebelum mengakhiri percakapan melalui hape semalam.
'Ãya mam, besok pi saya hubungi tante' balasku tidak bersemangat.
saya memang tidak terlalu bersemangat, arahan mama kali ini adalah untuk menarik perhatian saya mengikuti salah satu multi level marketing baru. Pukul delapan pagi saya beranjak dari tempat tidur dan bersiap sambil mengirim pesan kepada rekan mama yang rencananya saya temui kali ini. akhirnya kami berjanji bertemu ditempat acara pelatihan berlangsung.
pukul sepuluh, saya tiba di TeKaPe yang bertampat di salah satu hotel *** di Makassar. dibanding dengan tempat kerja saya sekarang, hotel ini 1/3 lebih kecil. saat memasuki lobi kami langsung menuju ke reception yang berjarak hanya 2 meter dari pintu masuk. petugas reception pun mengarahkan kami pada pintu yang jaraknya tidakm begitu jauh dari tempat kami berdiri.
'pelatihan ***** disana mba' jawabnya singkat sambil kembali memainkan hapenya. saya jadi ingat bagaimana peraturan ditempat kerja saya tentang hape. kami tidak boleh memegang hape saat bertugas. Berbeda memang.
kembali ke pelatihan, karena nampak sepi, saya dan ilham memutuskan untuk menunggu dilobbi hotel sembari saya menghubungi rekan yang di maksud mama. saat menunggu saya dan ilham tiba-tiba mendengar suara orang berteriak dari ruangan pelatihan. Sambil terheran-heran saya dan ilham saling menatap. pikiran saya tiba-tiba diserang perasaan 'ndak' enak.
panggilan saya, tidak juga dijawab-jawab oleh rekan mama. karena perasaan saya mulai merasa ada yang aneh, saya memutuskan untuk pulang saja.
'let's leave this place' ucap ilham. kami akhirnya meninggalkan hotel tersebut. belum lama meninggalkan hotel, hape saya berdering. memang tidak jodoh, ternyata yang memanggil adalah rekan mama. saya memutuskan unutk tidak mengangkatnya. pulang adalah pilihan saya.
saya memang belum tahu mengapa orang-orang dalam ruangan pelatihan itu berteriak-teriak. yang saya ketahui adalah saya pasti akan di marahi mama jika tahu bahwa saya ternyata tidak ikut dengan arahnya.
maaf Mama jangan kutuk saya jadi batu :(
Friday, 9 March 2012
Saya, Ilham dan penjambret yang gagal part 2
Siang ini saat masih dalam kondisi in-charge di tempat kerja, tanpa sengaja melirik ke layar hape yang menandakan ada panggilan masuk dengan nomor yang tidak dikenal. Karena penasaran saya menjawab panggilan tersebut ' hallo assalamu alaikum dengan saudara Neny Wahyuni ? Sapa seorang pria dari dalam hape. 'iya, maaf dengan siapa? Balasku. Pria dari dalam hape tersebut merupakan staff kantor polisi yang menangani laporan saya tentang penjambretan yang hampir menimpa saya beberapa hari yang lalu. Beliau menyampaikan bahwa salah satu tersangka telak di bekuk dan saya diharapkan untuk datang sore ini ke kantor polisi untuk memberikan laporan. Saya mengatakan mungkin pukul 4, karena shift baru berakhir pada jam itu.
Saya langsung menghubungi ilham membereitahukan berita tersebut. Pukul 4.30 saya dan ilham tiba di kantor polisi yang dimaksud. Kami diarahkan menuju ke bagian Reserse Kriminal dan bertemu dengan pria yang tadi menelpon. Dilantai 2, saya bertemu dengan Bpk. Dila, beliau yang akan meminta keterangan saya.
Dengan penasaran saya menanyakan banyak pertanyaan. 'dimana tersangka tertangkap?, kenapa bisa ditangkap?, bagaimana keadaannya?. Sebenarnya saya sedikit parno, sebelum datang ke kantor polisi, bagaimana jika sang Tersangka menyampaikan pada teman-temannya untuk membututi kami dan lain, dan lain (efek terlalu banyak nonton pilem dan acara kriminal sepertinya).
Kami diarahkan untuk duduk dan menunjukkan barang bukti (tas), sambil di jejali beberapa pertanyaan tentang kronologis kejadian. Ternyata baru 1 tersangka yang ditangkap dari 2 orang malam itu. Disela-sela introgasi, saya di arahkan untuk melihat pelaku. Awalnya saya agak takut untuk langsung bertemu (maklum parno). Akhirnya seorang rekan pak. Dilla menyarankan untuk dibawa ke ruang introgasi pelaku. Seperti yang di film-film, saya dan ilham masuk dalam ruang kecil dengan kaca yang tembus. Lalu, pelaku dimasukkan diruangan sebelah saya. Saya dapat melihat jelas muka pelaku, sangat disayangkan saya tidak sempat mengambil gambarnya. Ia berinisial 'M'. Tinggi sekitar 160, berkulit gelap dan berbadan kurus.
Saya sebenarnya iba namun apa mau dikata, yang bersalah harus dihukum. Saya menyerahkan semua pada yang berwajib.
Polwiltabes, 6.19 pm
sedang diinterogasi :)
Attachment includes the note and its objects
sedang diinterogasi :)
Attachment includes the note and its objects
Thursday, 8 March 2012
Neny Wahyuni Ilham (S.S)
Alhamdulillah kami S.S akhirnya. Walapun saya dan pacar meraih gelar di waktu yang tidak bersamaan, saya 23 November 2011 dan doski 22 February 2012 namun pada akhirnya we did it.
Attachment includes the note and its objects
Attachment includes the note and its objects
Room to Room
Ini tentang kamar saya. Kamar-kamar dimana saya menghabiskan malam bahkan siang saya disana. Selama 4 tahun di Makassar, saya memiliki 3 kamar yang berbeda. Kamar pertama saya adalah di rumah kakak sepupu saya yang beralamat di Hamzy blok C. Kamar ini tergolong luas, yakni 3X3.5 meter persegi. Dengan plafon yang tinggi kamar saya yang ini membuat saya dapat menerawang tinggi sebelum tidur, warna dindingnya hijau. Hampir 1000 tidur malam saya didalam kamar tersebut.dari seribu malam itu saya juga memiliki seribu cerita tentangnya. Salah satu diantaranya genangan air saat musim hujan melanda. Hal ini disebabkan posisi kamar saya yang tergolong rendah. Saya ingat saat sedang asik tidur suatu malam dan tiba-tiba tersadar karena air yang hampir menjamah kasurku (saat itu masih melantai). HeHeHe :)
kemudian kamar yang kedua, saya memutuskan untuk belajar mandiri dengan nge-kost dan membawa saya ke kamar yang kedua bernomor 11 di daerah jl. sejati. Kamar No 11 ini juga tergolong besar karena dilengkapi kamar mandi didalamnya. Saya merajut kenangan selama 11 bulan di kamar kedua ini. Kesamaan kamar pertama dan kedua saya adalah plafonnya yang juga tinggi.
Saya memutuskan untuk pindah (lagi). Alasan utama adalah penekanan cost dan juga jam malam yang diterapkan dikamar sebelumnya. Saat memutuskan untuk pindah, saya baru saja diterima di tempat saya bekerja sekarang, sehingga ongkos hidup saya full menjadi tanggungan saya maka dari itu saya mencari yang sesuai dengan dompet.
Kamar yang ketiga ini tanpa nomor kamar. Tidak terlalu jauh dari kamar yang kedua. Lebih kecil dan sederhana dari kamar-kamar sebelumnya. Karena merupakan bagian dari rumah panggung tiap kamarnya dibatasi oleh tripleks hal ini juga menyebabkan kamar saya tidak anti kedap suara. Berbeda dengan dua kamar sebelumnya. Kamar saya yang ini jarang saya tempati, dan kadang menjadi tempat tidur. Sebab aktifitas saya yang lumayan padat belakangan. Telah 1 tahun saya bersama kamar ini. Kecil, sederhana namun tetap nyaman. Sebentar lagi saya akan berpindah ke kamar lain, kamar yang pernah saya miliki sebelum ketiga kamr diatas. Dan itu bermil-mil jaraknya diseberang lautan. Kamar itu di Rumah Mama :)
sebelum tidur malam dalam kamar ketiga.
Late night wish
Tuhan.. Engkau Sang Pemilik Cinta seluruh semesta, saya mencintai dia kemarin, hari ini, esok dan sejuta hari setelah esok.
Wednesday, 7 March 2012
saya, Ilham dan Penjambret yang Gagal
Kali ini saya ingin berbagi tentang ‘the most scare experience I ever had in my life’ selain itu pengalaman ini juga merupakan pertama kalinya saya alami semenjak 22 tahun saya merasakan kehidupan. Saat itu jumat malam, hari kedua dibulan maret. Setelah off dari pekerjaan dihari sebelumnya, sesuai dengan schedule yang ditentukan saya bertugas sore yakni from 3 to 11 pm. Seperti hari-hari biasanya, saya tidak menumpang di mobil antaran yang disiapkan oleh hotel untuk karyawan yang pulang malam melainkan dijemput pacar (baca ilham). sejak awal saya bekerja, ilham memang selalu menjemput, jadi bisa dihitung berapa kali saya ikut mobil antaran. Hal itu pun saya lakukan jika ilham memang tidak sempat untuk menjemput. Alhamdulillah ya pacar saya baik hati. :D)
Pukul 11.00pm, saya mengakhiri tugas dengan memastikan sudah menyampaikan segala informasi kepada senior di shift selanjutnya. Tidak ada firasat apa-apa yang saya rasakan saat meninggalkan hotel hingga tiba diparkiran tempat ilham menunggu.
Dari hotel kami tak lekas pulang, melainkan mengisi kampung tengah. Ilham menyarankan untuk makan di warung ayam bakar Mas Daeng yang jaraknya tidak terlalu jauh. Sebenarnya saya lebih ingin menikmati ayam khas KFC namun karena waktu juga sudah menunjukan tengah malam, Mas Daeng menjadi pilihan. Setiba diwarung, saya sedikt bad-mood sebab apa yang saya inginkan sold out. Maklumlah saat itu memang petugas warung juga sudah bersiap-siap untuk berbenah. Lima menit kemudian yang tersaji di hadapan kami 2 nasi putih, 1 porsi kepiting asam manis, 1 porsi cah-kangkung, 1 gelas the hangat, dan 1 botol air mineral. Sejujurnya, bad-mood saya tidak berubah, sebab dari menu diatas memaksa saya hanya melahap nasi dan cah kangkung. I don’t like crab. Ilham menikmati kepiting pesanannya sedangkan saya tidak. ‘Ah, sudahlah, kangkung cah cukup mengeyangkan malam ini’ gumamku.
Santap malam selesai, kembali ketujuan utama yakni pulang. Waktu telah menunjukkan 30 menit pertama dihari ketiga bulan maret. Saat melewati Jl.Ratulangi, saya sempat bertanya pada ilham ‘kenapa nda lewat Sungai Saddang saja?’ sebab biasanya pun jika pulang malam, kami akan lebih memilih jalan tersebut. ‘mau isi bensin dulu’ jawabnya singkat sambil menunjuk kearah meteran bahan bakar yang hampir sekarat.
Motor kesayangan ilham diberi minum di SPBU daerah Pongtiku. Belum 2 menit meninggalkan SPBU, ban motor kempes. Kami berdua bingung, jam berapa ini? Dimana ada tambal ban terdekat?. Akhirnya saya menelpon Upiq dipondokan menanyakan apakah ada yang bisa menjemput. Kami akhirnya memutuskan untuk mendorong motor ke depan RS. Awal Bros dengan harapan tambal ban disitu masih terbuka. Dan disitulah tempat paling dekat yakni sekitar 200 sampai 300 meter dari tempat kami sekarang.
Tengah malam ditengah kota Makassar ternyata cukup menyeramkan. Hanya ada beberapa kendaraan yang lalu lalang. Kami sedikit bercerita saat itu, tak lama kemudian ada seorang pengendara yang menghampiri kami ‘habis bensin ta?’ sapanya. ‘iye,, nda ji, kempes bannya’ balas ilham. ‘oh, sakira habis bensin ta biar sa tonda motorta ke SPBU, duluan ka pade’ jawabnya. sambil senyum kami melihatnya berlalu, lalu saya dan ilham sempat bercengkrama ‘ternyata masih ada orang baik di Makassar tengah malam begini’ ucap ilham.
Sebenarnya perasaan saya agak sedikit was-was malam itu, handphone yang tadinya saya genggam saya masukkan dalam tas. 10 menit berjalan tidak ada apa-apa terjadi, gedung RS Awal Bros telah terlihat. Tak lama kemudian saat berada tepat didepat pertigaan Jl.Adipura-Urip. Saya merasa ada seorang lelaki bermotor yang menarik tas yang saya jepit dilengan dari belakang. Karena kanget saya sontak menarik tas saya, saya juga ikut menarik dengan maksud menahan agar tas saya tidak berpindah tangan. Lelaki itu berusaha keras, namun sepertinya Tuhan masih berpihak pada saya. Motor lelaki itu oleng dan jatuh sebab saat tarik menarik tas, saya mampu menahan tas tetap ditangan saya. Kejadian itu cepat sekali, ilham yang juga kaget meliaht saya tiba-tiba bersuara langsung membuang motor yang sejak tadi ia dorong, lalu bermaksud memukul lelaki tersebut namun mereka lebih dahulu melarikan diri dan meninggalkan motornya karena melihat banyak orang yang menghampiri kami.
Saya yang masih shock, lalu mehanan ilham yang bermaksud mengejar. Beberapa pengendara menghampiri dan menolong kami. Ilham yang sedikit cidera pada lututnya karena menendang lelaki tersebut. Kami pun dibantu menuju ke pos Polisi yang jaraknya 50 meter dari TKP. Seorang pria yang menolong kami, membawa motor penjambret yang ditinggalkan karena takut dikeroyok ke pos polisi.
Tiba di pos Polisi, saya menelpon Upiq untuk datang menjemput kami. ‘baru saja bertemu orang baik, tak lama kemudian orang jahat pun datang’ ucap ilham.
Singkat cerita, kami dan BB (barang bukti) digiring ke Polrestabes untuk membuat laporan. Ditemani Dayat saya diinvestigasi pak polisi tengah malam. Ilham dan Upiq terlebih dahulu menambal ban motor. Pukul 4.00 am kami berempat baru meninggalkan kantor polisi.
Well, sekian share pengalaman hampir terjambret saya kali ini. Sejujurnya saya iba melihat lelaki yang berniat menjambret saya. Bukannya sukses menjambret malah motornya kini terparkir dikantor polisi sebagai barang bukti. Dari kejadian ini banyak sekali pelajaran yang saya dapat salah satunya, Tuhan itu selalu melindungi umatnya. Alhamdulillah.
Thursday, 1 March 2012
even it's far away then i won't say goodbye
I'm never gonna say goodbye
Cos I never wanna see you cry
I swore to you my love would remain
And I swear it all over again and I
I'm never gonna treat you bad
Cos I never wanna see you sad
I swore to share your joy and your pain
And I swear it all over again
Cos I never wanna see you cry
I swore to you my love would remain
And I swear it all over again and I
I'm never gonna treat you bad
Cos I never wanna see you sad
I swore to share your joy and your pain
And I swear it all over again
-swear it again//Westlife-
How do I live without the ones I love ?
Time still turns the pages of the book its burned
Place and time always on my mind
I have so much to say but you’re so far away
Time still turns the pages of the book its burned
Place and time always on my mind
I have so much to say but you’re so far away
-so far away//A7X
‘It’s easier to say HELLO than to say GOODBYE’ this quote leads me this way.
Saya memang sedikit tidak bisa ditebak, saya memilih untuk tidak memberitahukan siapa-siapa mengenai pengunduran diri saya kecuali pak Agus, manager saya. Entahlah, saya hanya merasa ini bukanlah hal yang harus saya besar-besarkan. Saya tidak ingin terlalu mengikat erat ikatan hati hingga akhirnya saya yang akan merasakan sedih saat pergi. Saya mungkin egois. Keputusan untuk resign pun saya ungkapkan pada manager saya baru seminggu yang lalu, dan 3 hari yang lalu surat pengajuan mengundurkan diri saya masukan.
Teman sekantor yang mengetahui pertama kali adalah Ka Acha, saat itu pagi pergantian shift, ia bertanya ‘mau ko resign?’dengan logat makassarnya. Sontak saya hanya bisa menjawab ‘dari mana ki tau?’. Sedikit perbincangan pagi itu, saya memang akan mengundurkan diri, permintaan orang tua untuk pulang dan berkunjung sejenak bagai magnet yang keras mendorongku untuk akhirnya memilih pilihan ini.
Saya kembali mengingat saat saya mengambil keputusan untuk belajar mandiri dengan nge-kost. Saya memberi tahu kakak sepupu dua hari sebelum akhirnya saya pindah. Semua ini karena saya sungguh tidak enak hati saat harus mengundurkan diri untuk keluar dari satu ikatan yang pernah terjalin. Saya memilih jalan saya sendiri, saya mempersiapkan diri untuk menghadapinya.
Sore tadi, seorang rekan kerja mengirimkan pesan singkat ‘nen, dengar2 mw ko bd resign?’ saya membalas dengan singkat ‘sapa tanya ko say?’ pesan terkirim dan tak terbalas sampai dilayar hape terlihat panggilan dari rekan kerja yang lain. Saya menjawab dan hampir tidak diberi kesempatan untuk berbicara, pertanyaan dan pernyataannya berturut-turut ia lontarkan. Saya mungkin tidak punya jawaban yang tepat saat itu, mungkin karena langkah yang saya ambil sudah salah dari awalnya yakni saya tidak memberi tahu mereka akan niatku mengundurkan diri. Saya hanya bisa menjawab bahwa ketidak-enakan saya yang membuat saya mengambil langkah demikian.
Awalnya saya berpikir, saya tidak perlu mengumumkan niatku, karena toh akan diketahui oleh semua orang. Saya memang aneh. Maaf-pun mungkin telat pula jika harus saya sampaikan sekarang. Saya berusaha membuat semuanya berjalan apa-adanya.
my another 'A team' :)
![]() |
| The Girl of A team |
Tulisan ini saya dedikasikan untuk teman-teman serekan kerja saya di Hotel A******A Makassar. Kurang lebih setahun saya bersama mereka. Mereka menambah memoriku tentang kota Makassar, selain Kampus Merah kebanggaan yang hampir 5 tahun ini saya bernaung dibawah langitnya.
Saat itu Januari setahun yang lalu, niat untuk merasakan dunia kerja saat kuliah memasuki penghujung. Saya mulai memberanikan diri untuk memasukan lamaran kerja ke hotel-hotel yang saya ketahui sedang membuka lowongan dari koran. Maklum, latar belakang sekolah menengah kejuruan membuat saya agak sedikit berani. Surat lamaran pertama saya adalah ke hotel Cla***n, namun sayang tinggi badanku tidak bersahabat. Sampai akhirnya, seorang keluraga menyampaikan untuk memasukan lamaran saya ke Hotel A******A dan Alhamdulillah saya diterima. Dengan proses yang tidak telalu lama, saya resmi menjadi karyawan dengan status kontrak.
Mengawali sesuatu yang baru tentu saja tidak mudah, bersosialisasi dengan lingkungan baru, teman baru, tidaklah dengan gampang saya taklukkan. Menjadi seorang junior pun tidak mudah, setidaknya satu bulan yang saya butuh untuk bisa mulai bercanda dan menguasai lingkup kerjaan saya sebagai guest service agent.
Dalam lingkup kerja saya tergolong yang paling muda. Semua rekan-rekan kerja saya tergolong berpengalaman jauh diatas saya yang baru saja memulai bermain dengan dunia kerja. Status sebagai mahasiswa tingkat akhir dan juga sebagai karyawan mewajibkan saya untuk berpikir keras membagi waktu.
Dikantor saya dikelilingi oleh beragam rupa dan sifat. Dalam outlet kami berdelapan terdiri dari tiga pejantan tangguh yakni K’ Aw, K’aQ, K’Ac dan lima wanita perkasa. They are K’Wd, K’Rn, Dn, Nd, dan saya. Sebenarnya masih ada dua lagi wanita tangguh hanya saja promosi membuat mereka berpindah outlet sebut saja K’Wn dan K’Td. Mereka semua punya ciri dan khasnya. Mari kita telaah satu persatu.:)
K’Aw : sebagai lelaki paling dewasa dalam Outlet, beliau juga sebagai supervisor yang mengayomi kami semua. Beliau termasuk sosok yang cukup serius dalam bekerja, sehingga saat mendapat satu shift dengannya saya akan bingung mencari kesibukan sendiri dan beliaupun sibuk dengan kesibukannya sendiri.hal yang membuat kami bercakap adalah saat saya keliru dalam melakukan sesuatu tentang pekerjaan.
K’aQ : senior yang satu ini lebih sedikit friendly, ada beberapa hal yang membuat saya dan dia sering nyambung, kami sama-sama pernah merasakan kuliah di lingkungan sastra inggris walaupun dengan dimensi waktu yang berbeda namun kami tetap menemui orang-orang yang sama. Selain itu, K’aQ juga sosok yang baik, selau berusaha lemah lembut dan menuruti permintaan tamu kami.
K’Ac : saya jarang satu shift dengan senor saya yang satu ini, karena ia lebih memilih untuk bekerja saat kami terlelap di kasur kami. Ya, shift malam, awalnya saya bertanya kenapa bisa suka, dan pada akhirnya saya tahu bahwa ia mempunyai usaha lain diluar pekerjaannya. Dia seorang wirausaha muda.
K’Wd : senior saya yang satu ini baru saja di promosikan sebagai supervisor outlet sama seperti K’Aw. Beliau juga sosok yang ceria dan bersungguh-sungguh dalam bekerja, namun terkadang juga sedikit berperan antagonis, mungkin karena sosoknya yang sedikit tegas. Namun at all, selalu asyik satu shift bersamanya adalah seringnya membawa bekal sehingga bagi saya yang mana sempat sarapan cukup terbantu. Hehehe
K’Rn : sosok senior saya yang satu ini, perannya betul-betul antagonis namun satu hal yang saya salut dari K’Rn yakni sosoknya yang tangguh. Saya bisa tahu betapa tangguhnya dia dalam menghadapi masalah dalam hari-harinya. Saya mungkin tidak banyak tahu, saya tidak ingin bertanya. You’re great sista
![]() | |
| GREATTHEM |
Dn : rekan saya yang satu ini, salah satu perempuan kuat yang pernah saya temui, dia selalu berusaha melakukan segala hal. Selain itu, ia juga punya tanggung jawab yang tinggi dan open minded hal ini mungkin karena ia juga sedang menjalani masa kuliah di salah satu universitas hingga dia harus kerja keras membagi waktu dan ia berhasil. hanya saja ia belum sukses membangun karir cintanya, one day dear you will
Nd : kalo sosok yang satu ini, statusnya hampir sama dengan saya, kami junior dalam outlet yang membedakan ia lebih berpengalaman dari saya. Ia tergolong ‘kembang desa’ dalam outlet kami, saya ingat saya ia bercerita tentang beberapa rekan dari outlet lain yang bertitip salam dan akhirnya pilihannya jatuh pada chef dihotel kami. Namun yang saya tahu hubungan mereka berakhir saat si-chef memutuskan untuk mencari nafkah yang lebih layak nanun long distance
K’ Td : singkat waktu saya bersama senior yang satu ini, namun yang paling menonjol darinya adalah ‘her make-up was great’. She is beautiful and I love the way she treats her face
K’ Wn : bersama senior yang satu ini juga singkat sebab promosi untuk pindah outlet juga di ambil. K’Wn itu orang yang punya senyum manis dan baik hati. Satu kalimat yang saya suka darinya “nda mwka marahi orang nen, karena nda mwka dimarahi” like this so.
Wednesday, 1 February 2012
Untuk kamu yang bimbang..
Aku melihat air muka kamu tidak seperti biasa malam ini, juga beberapa malam kemarin. Dua tahun bersama mungkin memang belum cukup untuk mengetahui kamu tapi cukup untuk sedikit membaca mata dan gerak tubuhmu.
Dalam samar aku melihat, kamu bimbang.
Mari kita anggap jika saat ini Tuhan ingin sedikit menguji kita,, Tuhan ingin kita lebih bersabar,, Tuhan juga ingin kita untuk memohon dan tetap mengingatnya bahwa segala upaya tak akan berguna tanpa restunya. Mari kita mengganggap bahwa tuhan sedang menegur. Mungkin kita lupa dan inilah cara-Nya untuk membuat kita kembali.
Bukankah kita selalu bercerita tentang Tuhan yang selalu memberi napas agar tetap hidup saat senja menjelang disudut kota. Bukankah kamu juga yang selalu mengajariku untuk membuka mata dan menyaksikan bagaimana Tuhan selalu berada dalam diri umatnya.
Subscribe to:
Posts (Atom)



