Entah apa yang membuat diri saya baru seakan menyadari bahwa keadaan ini begitu menyiksa, saya baru merasa kehilangan sosoknya. Jika ia mulai merasakannya saat minggu kedua kami berpisah, maka saat ini giliran saya. Ada sesuatu yang kosong dalam diri saya. Dan itu adalah Dia. Kami melewati hampir seribu hari bersama, kami menjadi identik untuk satu sama lain.
Awalnya saya berfikir semua akan baik, namun sekarang ini saya betul-betul merasa membutuhkan dia. Saya ingat betapa kami suka menciptakan moment-moment yang mungkin menurut kebanyakan orang tidak penting, tapi kami membuatnya lebih dari sekedar penting but priceless :)..
Apa yang sangat saya rindukan saat ini adalah perbincangan kami. Kami pernah terjaga sepanjang malam hanya untuk sekedar bercerita, merangkai mimpi dan bercanda. Kami juga tidak pernah memilih tempat tertentu untuk bercanda. Dari warung kopi pinggir kanal kampus kami hingga restaurant italy kesukaan kami.
saya mencintai sosoknya yang sabar dan penyayang. Dia selalu berusaha menjadi yang terbaik bagi saya. Dia mengerti keluhan-keluhan saya. Ya Tuhan.. Betapa beruntungnya saya mengenal dia.
Saya ingin sekali bertemu doraemon, meminjam pintu ajaib dan bertemu dengannya. Dia benar setumpuk kata yang ia kirim melalui sms atau panggilan suara tidak cukup. Kami membutuhkan lebih dari itu. Kami butuh sosok kami secara utuh. Namun jarak kami yang bermil-mil jauhnya, serta puluhan pulau yang membatasi kami yang hanya dapat ditempuh dengan burung-burung besi membuat kami tidak bisa saling bertemu satu sama lain. Dan saya sedih. Tidak mengindahkan nasehat yang dia berikan sebelum kami betul-betul terpisah :(. Saya merindukan kamu, ILHAM
No comments:
Post a Comment