Sunday, 16 September 2012

Ihh..

Ihh..
Rindu itu menggemaskan,,
menggelitik hati perlahan seperti denting waktu.
Ahh..
Rindu ini diluar kendali hati saya,,
menyatu dalam denyut-denyut nadi,,
menyerang syaraf-syaraf otak yang kian hari menua,,
argh..
Rindu ini membuat saya hampir sakaw, entahlah mungkin lebih dari itu,
saya tidak menemukan kata yang tepat untuk ini,
Rindu ini membekukan saya ditengah hangatnya mentari,
menyesakkan saya dalam segarnya embun pagi dan terkadang menghangatkan saat dingin malam menusuk.
Hmm..
Rindu ini membolak-balik pola pikir saya,,
mempercepat detak jantung saya,,
saya mencoba menerjemahkan rindu dalam buku cerita cinta, kamus kata hingga pada secarik kertas pembungkus coklat namun penawar itu tidak juga saya temukan.

Pikiran dan Tubuhku Protes

Pikiran, hati serta badan saya benar-benar belum bisa menerima ketiadaan sosok Ilham saat hari libur menyapa. Otak saya merekam jelas bagaimana kami biasa menghabiskan hari libur bersama dipenghujung minggu. Weekend atau hari apa saja yang berwarna merah dalam penanggalan akan menjadi special bagi kami, sekedar duduk ditepi danau kampus, makan malam ala anak kuliahan, sampai tongkrongan tengah malam dengan secangkir sarabba. Hal itu tertanam jelas dipikiran saya.
Dan saat ini, saat ujung minggu terlewati tanpa bersamanya, tubuh dan pikiran saya melakukan protes keras. Tubuh saya yang awalnya semangat menanti libur akan kehilangan semangat, malas menggrogoti pikiran.. We need to meet each other perfectly #ILHAM

About