Pikiran, hati serta badan saya benar-benar belum bisa menerima ketiadaan sosok Ilham saat hari libur menyapa. Otak saya merekam jelas bagaimana kami biasa menghabiskan hari libur bersama dipenghujung minggu. Weekend atau hari apa saja yang berwarna merah dalam penanggalan akan menjadi special bagi kami, sekedar duduk ditepi danau kampus, makan malam ala anak kuliahan, sampai tongkrongan tengah malam dengan secangkir sarabba. Hal itu tertanam jelas dipikiran saya.
Dan saat ini, saat ujung minggu terlewati tanpa bersamanya, tubuh dan pikiran saya melakukan protes keras. Tubuh saya yang awalnya semangat menanti libur akan kehilangan semangat, malas menggrogoti pikiran.. We need to meet each other perfectly #ILHAM
No comments:
Post a Comment