Monday, 2 July 2012

Sensuntal = Senin Suntuk Total

Hari ini langit mendung, hujan gerimis dengan ritmenya yang teratur menemani saya sejak pagi hingga sore hari bahkan saat senja menjelang, mungkin karena sisa-sisa euforia piala eropa semalam dimana warga sekitar rumah saya mengadakan pesta kembang api. Saya juga bingung sendiri, betapa kuatnya daya tarik pertandingan bola sampai menyamai riuh perayaaan Tahun baru. Kembang api, suara 'horn' motor dan mobil belum lagi teriakan para supporter yang sejujurnya sedikit mengganggu. Saya memang bukan penggemar bola.
Kembali ke masalah ke-suntuk-an yang menjejali pikiran, jiwa dan raga saya *maaf agak lebay. Tidak adanya kesibukan yang jelas membuat saya merasa tingkat tinggi. Ditambah lagi, jarak yang jauh dari Ayang terkasih *curcol cinn. Lengkap rasanya. Hari-hari yang biasanya penuh kesibukan atau lebih jelas menyibukkan diri kini 180 derajat berubah. Ruang gerak saya sebatas dikamar dengan kotak segiempat bergambar yang jika dapat berbicara mungkin akan complaint karena jari saya yang sedikit-sedikit menyalakan kemudian sedikit-sedikit mematikan. Maafkan saya TV. Ada juga telepon genggam yang tidak hentinya diutak-atik berharap ada bunyi penanda panggilan masuk ataupun hanya sekedar pesan yang malah keanyakan dari nomor-nomor tidak jelas dengan isi pesan tentang tips tog, promosi pulsa sampai promosi dari provider yang saya gunakan. Nasib memang..
Suntuk itu mengesalkan. suntuk itu saat hati dimana, badan dimana. Suntuk itu saat mau balas sms eh hempongnya ngomong 'maaf,,anda nggak punya pulsa'. Suntuk itu saat rindu tapi tidak bisa bersua. Itu suntuk menurut hemat saya :)
Attachment includes the note and its objects

No comments:

Post a Comment

About