Sunday, 24 October 2010

1st ilham - wahyu


Hari ini setahun yang lalu 
Aku + Kamu = Kita saat ini
365 hari yang berlalu.. segala hal selalu indah..
Terima kasih sayang.. ^_^
Semoga indah kemarin dan hari ini terus bersemi hingga esok dan seterusnya..



Thursday, 14 October 2010

La Tojang


Malam ke 13 di bulan oktober. Kegiatan hari ini saya akhiri dengan menyaksikan pementasan teather dari teman-teman SPASI dari sastra indonesia. La Tojang yang naskahnya disusun oleh Khaersan dan disutradarai oleh Iqbal Naspa. Sebelum pementasan berlangsung, penonton terlebih dahulu disajikan tarian 4 etnis khas sulawesi selatan. Dengan busana yang sederhana sang penari benar memperagakan tiap gerakan dengan lemah gemulai. Diantara 4 etnis yang mereka tampilkan, tarian etnis Toraja adalah yang paling saya gemari ( walaupun sepertinya saya tidak mempunyai bakat untuk menjadi seorang penari) tarian ini bebar-benar energik rasanya. Setelah pertunjukan tarian, barulah pertunjukan teather ini. La Tojang menceritakan tentang seorang anak yang kehilangan kasih sayang orang tua dan keluarga sehingga harus mencari jalan hidup sendiri dirantau. La Tojang rupanya mampu meraih kesuksesan dengan berjalan sendiri. Namun ditengah kesuksesannya, ia diminta untuk kembali pada ibunya yang selama ini mengacuhkannya  karena kesedihan atas kepergian suaminya. Pada akhirnya, La Tojang memilih kembali ke kampung halaman, namun ternyata ia terlambat, La Tojang datang pada saat Sang ibu telah menemui ajalnya.(13.10.10)

Tuesday, 12 October 2010

New Rules

Jadwal kuliah pagi ini membuatku terjaga lebih cepat dari lelapku. Suara penjaja kue dipagi hari bergema di gendang telingaku. Dengan cepat respon otakku mengirim perintah untuk bangun dan meraih piring, lumayan sarapan pagi. Ternyata diluar telah ada beberapa tetangga kamar yang juga ingin membeli kue tersebut. Dua buah kue rasanya sudah cukup untuk mengganjal perut pagi ini. Sebelum kembali memasuki kamar, tetangga samping kamarku memanggil dan menanyakan apakah aku telah membaca peraturan yang di tempelkan di dinding kosan oleh CS pagi ini. Sontak aku segera menuju ke tempat peraturan itu di pasang. Peraturan yang selama ini hanya berupa bisik-bisik ‘akhirnya’ di pajang juga. Peraturan yang terdiri dari 5-6 poin itu pun aku lahap satu per satu. Dan bagiku ini peraturan yang benar-benar mengatur. 


Dalam pikiranku suatu peraturan itu dibuat sesuai dengan kebutuhan orang-orang yang akan menjalankannya. Jadi teringat perkataan seorang senior saat diskusi tentang konstitusi di kampus beberapa bulan lalu, ‘jangan buat peraturan yang pada akhirnya tidak mampu dijalankan’. Aku setuju 100% dengan pendapatnya. Bagaimana tidak, saat membaca poin pertama hingga poin terakhir, rasanya segala suatu yang kami lakukan harus diatur hingga detil terkecilnya. Seingatku beberapa bulan sebelum peraturan ini di pajang, alasan yang paling kuat mengenai penetapan aturan ini adalah demi kenyamanan penghuni kos. Entahlah apa teman-teman yang lain merasa nyaman dengan peraturan yang ada saat ini. Lumrahnya dibeberapa rumah kos yang pernah aku kunjungi adalah peraturan tentang jam berkunjung dan menjaga kebersihan kos. Tapi peraturan ini agak tidak biasa. Kenapa aku katakan tidak biasa, ada beberapa poin yang ‘aneh’. Entahlah aku tidak menemukan kata yang cocok untuk menjelaskannya. Antara lain mengenai sanksi yang harus dibayar perhari jika ada teman atau keluarga yang menginap dan akan ditagihkan setiap akhir bulan. Yang sangat aku sayangkan adalah nominalnya yang menurutku bisa untuk uang makan 5 hari. Selain masalah sanksi diatas, poin yang lain yang juga menurutku aneh adalah pembedaan saat menerima tamu yang lain jenis. Tamu yang lain jenis harus diterima diluar kamar. Sampai saat ini saya masih bingung dengan poin ini. Poin ini mengingatkan saya dengan mata kuliah Gender semester lalu. Saat itu dosen menjelaskan hal yang buat saya tercengang. Beliau melemparkan pertanyaan ‘ mengapa jika dalam suatu acara yang membutuhkan waktu lebih dari sehari, perempuan berkamar dengan perempuan dan begitupun dengan lelaki?’ awalnya aku berpikir karena biasanya seperti itu atau agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Dengan santainya dosen tersebut berkata ‘bagaimana jika ternyata ada perempuan yang ‘lain’ dalam hal ini beliau berkata ‘homosexual’? lalu siapa yang patut disalahkan?. Aku benar-benar kaget, tidak pernah terpikir olehku, tapi menurutku ini rasional. Maka dari itu kenapa harus dibedakan?? Namun, peraturan tetap akan menjadi peraturan. Aku pernah mendengar seorang teman berkata ‘peraturan itu ada untuk dilanggar’ is it? Entahlah... jawabannya kembali pada pribadi masing-masing

Cakap Hati

Entahlah...
Rasanya aku sudah meniti waktu yang sangat lama...
Membuang kepingan-kepingan detik dengan sigap berharap ia cepat berlalu...
Kemudian acuh terhadap sang Matahari, tak sedikit pun menatapnya agar langkahnya tak perlu aku rasa...
Aku bahkan juga tak berteman dengan bulan dan hamparan bintang... Agar aku tak perlu merasakan jika ada malam...
Aku sibuk, lebih jelasnya aku menyibukan diri sejak fajar pagi baru meniti langkah dan mengakhirinya saat bulan menyinari malam...
Aku berharap waktu segera menjemput kedatanganmu untuk kembali bersama menyingsing fajar dan menutup hari dikala malam...

Namun tetap saja, waktu berjalan terlalu perlahan dan kau pun tak kunjung hadir...

Kemudian aku menilik ke dalam bilik rindu yang aku tabung. . .
'oh. . Tidak mungkin,, tetesan rindu sedikit lagi memenuhi bilik itu'
'apa yang harus aku lakukan? Setidaknya agar bilik ini tidah penuh.
'hentikan aliran rindumu' bisik hatiku..
'tidak, aku tidak mungkin menghentikan aliran rindu itu, rindu itu adalah harapan dan semangatku' balasku. .
'kalo begitu, biarkan rindu itu mengisi bilik lain dalam hatimu' ujar hati.
'itu juga tidak mungkin, bilik yang tersisa adalah masa lalu yang tak mungkin aku rajut lagi' sanggahku...
'bagaimana jika biarkan ia penuh, sampai pada akhirnya bilik itu tak mampu lagi menampung semua rindu sembari menanti sang pemilik rindu tapi resikonya adalah rindu itu bisa saja merusak isi bilik rindumu'
'Aliran rindumu bisa saja berhenti membuatmu tak lagi merasakan indahnya rindu' ujar hati. .  (080410)

Buat Baru (lagi)...

Selamat Datang (lagi)....
Sepertinya ini sudah kesekian kalinya saya menandai satu lembaran di dunia milik maya ini. Tidak jelas juga alasannya saya tidak bisa menjelaskannya. Keinginan untuk membuat halaman ini lagi pun tidak direncanakan. hanya karena ketersedian jaringan wifi dari warnet sebelah kosan yang bisa diakses kapan saja ( yang penting beli voucher ) dan rasanya syaraf otak jemari saya sudah siap untuk menari lagi.
oh iya,, NN.. ini usul seorang senior, hanya karena inisial saya dalam sebuah ukm yang baru saja saya ikuti. namun bagus juga ternyata. Terima Kasih untuk usulnya.....

About