Tuesday, 12 October 2010

Cakap Hati

Entahlah...
Rasanya aku sudah meniti waktu yang sangat lama...
Membuang kepingan-kepingan detik dengan sigap berharap ia cepat berlalu...
Kemudian acuh terhadap sang Matahari, tak sedikit pun menatapnya agar langkahnya tak perlu aku rasa...
Aku bahkan juga tak berteman dengan bulan dan hamparan bintang... Agar aku tak perlu merasakan jika ada malam...
Aku sibuk, lebih jelasnya aku menyibukan diri sejak fajar pagi baru meniti langkah dan mengakhirinya saat bulan menyinari malam...
Aku berharap waktu segera menjemput kedatanganmu untuk kembali bersama menyingsing fajar dan menutup hari dikala malam...

Namun tetap saja, waktu berjalan terlalu perlahan dan kau pun tak kunjung hadir...

Kemudian aku menilik ke dalam bilik rindu yang aku tabung. . .
'oh. . Tidak mungkin,, tetesan rindu sedikit lagi memenuhi bilik itu'
'apa yang harus aku lakukan? Setidaknya agar bilik ini tidah penuh.
'hentikan aliran rindumu' bisik hatiku..
'tidak, aku tidak mungkin menghentikan aliran rindu itu, rindu itu adalah harapan dan semangatku' balasku. .
'kalo begitu, biarkan rindu itu mengisi bilik lain dalam hatimu' ujar hati.
'itu juga tidak mungkin, bilik yang tersisa adalah masa lalu yang tak mungkin aku rajut lagi' sanggahku...
'bagaimana jika biarkan ia penuh, sampai pada akhirnya bilik itu tak mampu lagi menampung semua rindu sembari menanti sang pemilik rindu tapi resikonya adalah rindu itu bisa saja merusak isi bilik rindumu'
'Aliran rindumu bisa saja berhenti membuatmu tak lagi merasakan indahnya rindu' ujar hati. .  (080410)

No comments:

Post a Comment

About