Thursday, 1 March 2012

‘It’s easier to say HELLO than to say GOODBYE’ this quote leads me this way.


Saya memang sedikit tidak bisa ditebak, saya memilih untuk tidak memberitahukan siapa-siapa mengenai pengunduran diri saya kecuali pak Agus, manager saya. Entahlah, saya hanya merasa ini bukanlah hal yang harus saya besar-besarkan. Saya tidak ingin terlalu mengikat erat ikatan hati hingga akhirnya saya yang akan merasakan sedih saat pergi. Saya mungkin egois. Keputusan untuk resign pun saya ungkapkan pada manager saya baru seminggu yang lalu, dan 3 hari yang lalu surat pengajuan mengundurkan diri saya masukan. 

Teman sekantor yang mengetahui pertama kali adalah Ka Acha, saat itu pagi pergantian shift, ia bertanya ‘mau ko resign?’dengan logat makassarnya. Sontak saya hanya bisa menjawab ‘dari mana ki tau?’. Sedikit perbincangan pagi itu, saya memang akan mengundurkan diri, permintaan orang tua untuk pulang dan berkunjung sejenak bagai magnet yang keras mendorongku untuk akhirnya memilih pilihan ini.

Saya kembali mengingat saat saya mengambil keputusan untuk belajar mandiri dengan nge-kost. Saya memberi tahu kakak sepupu dua hari sebelum akhirnya saya pindah. Semua ini karena saya sungguh tidak enak hati saat harus mengundurkan diri untuk keluar dari satu ikatan yang pernah terjalin. Saya memilih jalan saya sendiri, saya mempersiapkan diri untuk menghadapinya. 

Sore tadi, seorang rekan kerja mengirimkan pesan singkat ‘nen, dengar2 mw ko bd resign?’ saya membalas dengan singkat ‘sapa tanya ko say?’ pesan terkirim dan tak terbalas sampai dilayar hape terlihat panggilan dari rekan kerja yang lain. Saya menjawab dan hampir tidak diberi kesempatan untuk berbicara, pertanyaan dan pernyataannya berturut-turut ia lontarkan. Saya mungkin tidak punya jawaban yang tepat saat itu, mungkin karena langkah yang saya ambil sudah salah dari awalnya yakni saya tidak memberi tahu mereka akan niatku mengundurkan diri. Saya hanya bisa menjawab bahwa ketidak-enakan saya yang membuat saya mengambil langkah demikian. 

Awalnya saya berpikir, saya tidak perlu mengumumkan niatku, karena toh akan diketahui oleh semua orang. Saya memang aneh. Maaf-pun mungkin telat pula jika harus saya sampaikan sekarang. Saya berusaha membuat semuanya berjalan apa-adanya.

2 comments:

  1. pemberitahuan tiba-tiba pasti membuat kaget orang-orang terdekat..

    tapi itu keputusan kamu... mmg susah say, "Good bye."
    so here i am say, "Hello" for you ^_^

    ReplyDelete
  2. hii.. mungkin tidak tiba-tiba, sebab saya masih memiliki 1 bulan bersama mereka sampai saya benar benar pergi..

    thanks for commenting mine..
    nice 'Hello' for you too

    ReplyDelete

About