Mei yang lalu saya berlabuh..
Melambai mesra padamu..
Saya masih ingat jelas saat itu sayang..
Air mataku tak bersahabat ketika itu..
Terus mengalir diujung mata..
Juni menjadi awal yang berat..
Kita berjalan sendiri..
Titik koordinat, ruang dan waktu kita berbeda..
Saya mulai beraktifitas saat adzan subuh baru saja bergema membangunkanmu..
Juli menyapaku sendu..
Pertengkaran-pertengkaran kecil menghiasi hari-hari kita..
Bulir-bulir airmata kadang mengantar tidurku setelah perbincangan malam kita..
'Aku Rindu' jelasmu..
'Amarah ini karena Aku merindukanmu' tegasmu lagi..
'Pulanglah' pesan penutup sebelum suaramu berlalu diujung selular..
Agustus dan rindu semakin tak terbendung..
Hari semakin hari kita saling merindukan sosok utuh..
Bukan sekedar sederatan kata mesra melalui teks pendek..
Bukan juga suara..
'Aku butuh melihat sosokmu utuh' ucapmu tegas..
September, Kita tak lagi bergelut dengan rindu..
Kita membiarkan rindu itu berkembang tanpa berbincang hebat tentang rindu..
Namun.. Zat ini memang luar biasa,,
Mengusik dan mengelitik pasti..
Oktober ke-3 kita menyambut sayang..
Dengan perayaan berbeda, ucapan berbeda namun terpanjat Doa yang satu kepadaNya..
Sebuah Pertemuan..
November menyapa berurut dengan Desember yang menyambut cepat..
Dan kita masih berada di dua ruang waktu yang berbeda..
Dan saya masih tetap rindu sayang.. Menanti untuk pertemuan kita segera..
Nov'29 #tayanggILHAM..
No comments:
Post a Comment