Seingatku, saya jarang meminta kepada tuhan untuk hidup yang sempurna, namun saya juga tidak pernah mengharapkankan bahwa akan banyak dari perjalan hidupku untuk bertemu Tuhan yang penuh dengan gores-goresan perih. Jika hidup selalu memberi pelajaran disetiap detik, maka saya seharusnya menjadi orang yang paling bersyukur dengan hidup yang saya punya saat ini. Tuhan memberiku pelajaran dengan hikmah yang terkadang sulit saya telaah. Mungkin ini karena saya bukan orang dengan tipe pemikir yang segala sesuatunya melalu proses pemikiran yang penuh sekelumit teori. Saya lebih cenderung tidak peduli, semua saya biarkan berjalan sesuai arusnya. Sebenarnya apa yang harus saya salahkan atas semua yang terjadi? Takdir? Tidak, saya tidak mungkin berkata dengan lantang bahwa this is because of Fate. Saya mungkin akan menjadi sangat durhaka karena itu atau mungkin karena saya kurang Pandai seperti yang lain dengan setumpuk buku bacaan yang mereka baca?. Entahlah, pertanyaan itu terus bergema hebat diseputaran otakku.
Mungkin sebaiknya saya bersyukur dan berdoa. Ya mungkin saya seharusnya begitu. Namun ada yang mengatakan bahwa kata adalah doa. Semoga saya mampu mengucap sebaik-baiknya sebuah kata.

No comments:
Post a Comment