Jika saya diberi kesempatan untuk bertemu Tuhan maka doa yang akan aku panjatkan adalah kebahagiaan ayah dan ibu. Saya terlalu hina untuk meminta lebih dari itu, untuk semua jejak hidup yang saya telah lalui sampai saat ini saya rasa tidak pantas saya mengharapkan lebih. Terkadang saya berdebat dengan diri saya sendiri bahwa sesungguhnya Tuhan menyayangiku karena doa ibu disetiap shalat malamnya. Sebagai mahluk ciptaan Tuhan yang tidak mempunyai daya apa-apa, saya telah banyak berbuat salah. Saya yang sering sekali sengaja untuk lupa sujud kepada-Nya, mengacuhkan-Nya sedangkan Tuhan selalu ada bahkan tiap kedip mataku terjadi karena campur tangan-Nya. Mungkin saya lebih dari seorang anak durhaka. Saya mengadu pada Tuhan saat tidak ada lagi tempat mengadu.
Saat ini saya akan memasuki satu fase baru lagi dalam perjalananku. Tuhan kembali memberiku kesempatan untuk lebih mengenal-Nya dengan 1 tahun umur yang Ia berikan. Saya tidak berbohong jika saya mengatakan bahwa pada setiap tiupan lilin ulang tahun yang diberikan padaku, tidak pernah ada satupun doa yang saya panjatkan. Saya membiarkan 5 detik berharga itu berlalu begitu saja. Mungkin karena saya takut untuk terus meminta kepada tuhan sedangkan saya tidak pernah memberikan yang terbaik untuk Tuhan. Bahkan untuk sepotong kata maaf, saya juga takut.

No comments:
Post a Comment