28 januari 2011 ...
Alhamdulillah...Alhamdulillah...Alhamdulillah... saya menaiki satu lagi fase kehidupan. Hari ini saya memasuki 21 tahun menjadi diriku, anak dari ibu dan ayahku, cucu dari nenekku serta ponakan dari om dan tanteku. Awal dari 21 tahunku kali ini tuhan anugrahkan kesempatan dan petualangan berharga dan penuh dengan kebahagian bersama orang-orang terkasih disekelilingku. Saat mentari mulai menanjak diujung timur langit, saya memulai aktifitasku. Agenda pertama adalah memenuhi panggilan tempat saya mengajukan diri sebagai pekerja. Saya memutuskan untuk bergegas berangkat karena mempertimbangkan ‘traffic jam’ makassar yang bisa menambah waktu berkendara apalagi saya yang menggunakan ‘public transport’. Kejutan 21 tahunku pun dimulai, sebelum berangkat ke tempat yang saya tuju, saya berfikiran untuk singgah ke kosan ‘ayang’ ( yang setahuku sudah pulang ke Bone sejak kemarin 270111 ) untuk mengambil pemotong kuku, maklum tempatku mengajukan diri kali ini adalah tempat yang memperhatikan penampilan dari ujung kaki hingga ujung rambut, hal ini membuat saya harus, mesti, kudu merapikan kuku yang biasanya aku pelihara.
Dalam langkahku menuju kosan ilham ( baca : ayang ) tidak satupun saya berpikir tentang kejutan, namun malah terjadi. Saya terkejut saat melihat bahwa Ka’ Said dan ayang masih di makassar, padahal sebelumnya ayang benar-benar berniat pulang kampung kemarin, dan saya percaya. Senyum tersungging di sudut bibir membuat lesung pipi yang ku miliki menegas. Saya terkejut tetapi sangat bahagia bahwa hari ini ada Ayang. Saya tidak banyak berkata-kata, waktu terus berjalan, saya harus berangkat. ‘Mungkin pertanyaanku akan terjawab nanti’, kataku dalam hati. Sebelum benar-benar menuju kantor yang saya maksud, saya harus melihat suasana pasar pagi masyarakat di Terong. Hal ini dikarenakan saya membutuhkan ‘hairnet’ dan saya lupa membelinya semalam. ‘Pasar memang selalu ramai’, gumamku dalam hati. Selama tinggal di makassar mungkin bisa dihitung dengan jari berapa kali saya menjajalkan kakiku dipasar tradisional. Ok, mataku mulai melirik sana dan sini kalau-kalau ada toko aksesoris wanita. Yes, i got it. Thanks God. Saya melirik waktu di jam tanganku, pukul 08.15, saya punya waktu 15 menit untuk akhirnya tiba pada pukul 08.30. tengtereng... today, i’m on time. Setiba di kantor tersebut, saya melapor pada ‘security’. Kemudian diarahkan untuk menuju ruangan SDM.
Hari ini tuhan ingin saya melatih kesabaranku. Pukul 09.30, Saya menunggu instruksi dari pegawainya. Awalnya tujuanku kesini adalah untuk memenuhi panggilan interview, namun tidak jadi karena satu dan lain hal. The next instruction is medical check up. Saya diarahkan untuk menuju pada klinik kesehatan yang telah ditentukan. “Di jalan Batu Putih dik”, kata pegawainya. Disaat yang bersamaan otak saya mulai mereka-reka ingatan. Hasilnya saya tidak tahu dimana tempat itu. Saya beranjak dari kantor dan menuju ke alamat yang ditujukan. Untuk saat seperti ini, saya sangat membutuhkan ‘daeng becak’. Setelah nego harga dengan tukan becaknya, perjalanan menggunakan becak dimulai. Kadang saya menyukai berkeliling-keliling dengan menggunakan becak. Saya suka memperhatikan pemandangan di kiri dan kanan jalan. Saat melewati salah satu jalan ( saya lupa namanya ) saya melihat sekelompok ibu-ibu dan anaknya yang sedang duduk berteduh dibawah pohon dengan gelas ditangannya. Sebenarnya saya bertanya dalam hati “ini pengemis ya? “kok berkelompok? Atau ini tempat tongkrongannya?” sebelum sempat menjawabnya, becak yang saya tumpangi sudah menjauh. Ya sudahlah, jawaban untukku lain kali saja. Tiba di klinik kesehatan. Saya menelpon ‘Yunchay” dulu untuk menanyakan berapa biaya pengobatan di klinik ini, seingatku Yuyun pernah bercerita tentang klinik ini. maklum saya tidak membawa uang lebih hari ini. saya bertanya lagi pada petugasnya, berapa biayanya tes kesehatan yang dianjurkan pegawai tadi. Saya hampir saja pingsan mendengarnya, sekitar 1,3 juta. HAH?? Gila,, lebih banyak dari uang jajanku sebulan. Otakku berpikir keras,, apa yang harus saya lakukan selanjutnya. Saya menghubungi pegawai dan memberitahu biayanya, juga menelpon mama karena uangku kurang. Setalah mendapat intruksi dari pegawai bahwa ambil tes kesehatan yang seperlunya saja, dan mama juga memberitahu jika uangnya telah ditranfer, saya kembali ke klinik. Namun tiba diklinik saya di harapkan untuk pindah ke cabang klinik kesehatan ini di jl. Bolevard, Pettarani. Tuink..tuink..tuink.. rupanya Tuhan ingin saya menjadi petualang hari ini. dengan modal “berani bertanya, tidak sesat dijalan” saya pergi ke tempat yang dimaksud. Dari jalan batu putih menuju jalan bolevard. Jarak yang cukup jauh dan perlu 2 kali menganti pete-pete. Di perjalanan saya sempat melihat sisa kecelakaan mobil dan motor tepat di depan mesjid Raya. Hmm... ‘pada para pengendara, hati-hatilah berkendara’. Di Karuwisi saya berpindah pete-pete. Dari 05 ke IKIP. Tiba diujung jalan bolevard saya kembali menaiki becak, karena jln. Bolevard adalah jalan tanpa pete-pete. Tiba di klinik, saya langsung melapor, membayar dan diperiksa. Pertama adalah mengambil sample darahku lalu photo thorax. ‘hasilnya diambil hari senin pukul 1 siang ya mba” kata petugas kliniknya. Akhirnya selasai juga. Mari pulang. Kampung tengahku belum terisi lagi selain susu coklat tadi pagi.
Jamku menunjukan pukul 15.00, mm.. 15 jam pertama di 21 tahun yang penuh petualangan. Selanjutnya adalah mendengar penjelasan Ayang tentang kenapa masih di makassar ki. Pembicaraanku kali ini betul-betul dipenuhi tawa, , , sekali lagi Alhamdulillah Ya Allah. Kau berikan warna di awal 21 tahunku kini.
Betisku baru terasa nyut-nyutnya setelah petualangan siang tadi. Ingin rasanya saya ‘massage’. Tepat pukul 18.00, tiba-tiba datang imut, uthi, ety, jibs, kamal, ayang dengan kue berbentuk bulat dengan 6 lilin kecil diatasnya. Kemudian icha, dengan korek dengan api diatasnya. Saya betul-betul bersyukur hari ini Ya Allah, dipenghujung hari awal 21 tahunku, Kau anugrahkan lagi kebahagiaan dengan keluarga kecilku. Saya rasa semua sudah cukup, Tuhan berikan apa yang benar-benar saya butuhkan, bukan apa yang saya inginkan.


No comments:
Post a Comment