Hari kedua di tahun ke-22 aku menjadi aku. Seharusnya kemarin adalah hal yang special, seperti kebanyakan orang hari ulang tahun itu selalu berkesan. Sejuta ucapan selamat baik itu via sms, FB ataupun Twitter. Namun tidak begitu denganku, pertama adalah aku tidak mengumumkan hari lahirku di akun jejaring social yang saya miliki, sehingga orang-orang yang memberikan aku ucapan adalah orang-orang yang benar mengingat tanggal kelahiranku.
Malam menjelang hari H-ku, tidak ada yang sempurna rutinitas kerja, bertegur sapa dengan teman pondokan, mengisi kampung tengah bersama ilham (baca : ayang) dan berbaring dikamar kesayangan. Berhubung aku bukanlah lagi remaja yang mengharapkan kejutan kue ditengah malam tepat jam dua belas lewat satu menit. Mari beranjak kesesuatu yang lebih dewasa. Sebelum tidur aku berfikir sebuah ucapan via sms dari teman terkasih sudah cukup.
‘Selamat ulang tahun untukku’, alarm telepon genggamku berdering menandakan lima jam sudah aku berada di zona ke-22 dalam hidupku. Dua buah unread message di inbox telepon genggam dengan waktu yang berbeda. Keduanya dari rekan kerja tempat aku mengais rezeki. Wajar saja, karena ditempat saya bekerja setiap karyawan yang berulang tahun akan dipajang dipapan pengumuman. Ucapan terima kasihku terkirim. Kembali aku melirik jam kecil bergambar micky mouse di meja kamarku, aku harus bergegas bersiap untuk bekerja.
Aku masih berharap akan sebuah pesan teks yang entah belum terkirim atau memang belum dikirim. Well, maybe he will say it directly, gumamku. Sepanjang perjalanan menuju tempat kerja belum juga ada sepotong ucapan. Aku kembali bergumam ‘mungkin sepulang kerja’.
Di tempat kerjaku, ucapan selamat aku terima dari rekan-rekan. Senyumku terbias. Ini adalah pengalaman pertamaku. Berharap hari cepat berlalu dan bertemunya, aku ingin mendengar ucapan itu darinya. Sosok special yang telah menemaniku dalam 2 tahun hidupku. Sayangnya belum juga.
Ajakan seorang teman untuk mengisi kampung tengah menunda keinginan dan keingintahuanku mengapa belum?. Ternyata seorang sahabat (baca : icha) telah mengunggu dengan sepotong kue berbentuk hati dengan dua lilin H & B di atasnya. Senyumku membias, sahabatku ternyata masih hapal betul hari ini. Bukan bermaksud untuk tidak bersyukur. Namun aku belum mendapatkan apa yang aku harapkan.
Hari pertama dalam zona ke-22ku tersisa 4 jam lagi. Aku masih berkilah ‘mungkin dipenghujung hari ini ucapan itu akan terkirim’ dan untuk kesekian kalinya aku salah. Hingga fajar menyingsing esok keesokan harinya belum juga ada ucapan itu.
Ia mungkin ingin aku bersabar setidaknya ia tidak lupa bahwa kemarin aku bertambah umur, bahwa aku telah beranjak dari anak tangga ke-21 menuju anak tangga ke-22 hidupku.
Sebuah pesan teks ungkapan rasa kecewa terhadap sikapnya terkirim dari X5-00 kesayanganku. Dan tetap, tak ada respon. Sudahlah, I’m finally give up. Aku tidak ingin kecewaku malah membuat aku dan dia renggang.
Rutinitasnya mengantarku kerja tidak pernah terlewatkan. Dia tetap dengan setia tidak membiarkan aku bergelut dengan kemacetan kota ini disiang hari.
Hari ke-2 di zona ke-22 ini, aku harus kerja lebih panjang dari waktu biasanya. Aku harus menggantikan teman yang sakit. Jarum jam menunjukan pukul 23.00, shift berakhir. Dia telah mengunggu dengan senyum, tetapi tidak dengan ucapan yang sejak kemarin belum ia lontarkan. Sepanjang perjalanan aku diam, begitupun dia. Mungkin dia kelelahan karena deadline pengumpulan berkas ujian.
Aku kini berada di depan kamar sambil mencari-cari kunci kamar dalam tas. ‘pasti dia dari kamarku’ gumamku melihat lampu yang tetap menyala. Kunci kudapatkan, alangkah terkejutku saat melangkah masuk ke kamar dan mendapati kamar yang aku tinggalkan tak karuan berantakan menjadi rapi. Dan yang lebih mengejutkan adalah selembar kertas dengan kotak kecil berbentuk hati diatasnya tergeletak dikasurku.
Bukan bermaksud berlebihan (baca : alay), aku benar-benar speechless saat membaca tulisan yang berisi ucapan selamat hari lahir serta permintaan maaf dan melihat isi dari kotak kecil berbentuk hati itu adalah cincin dengan hiasan hati diatasnya. ‘aku mungkin egois’ gumamku, dalam kertas itu ia menuliskan betapa ia sedang dalam kebimbangan tetapi tetap mengingat aku.
![]() |
| My Late Midnight Surprise ^^ |
Denting waktu menunjukkan tepat pukul 24.00 hari ke-2 di tahun ke-22ku. Thank you for your late midnight surprise,ilham (^_^). Be with you is the best gift ever & forever.

Hohohohohhoo :P
ReplyDeleteMana mi ilong Ndenk ??? Mash di pondokan yg dlu kah atw pindah mi ??? Ulth ko di, met ultah paeng nah. Dari orang ganteng Depok wkwkwkwk :D
ReplyDeletehihihihi... masih jii.. kapan ki kesini?? mw ma saya juga balik ke jayapura
ReplyDelete