Hari ini aku bangun lebih awal, berharap mampu melihat matahari keluar dari singgasananya diufuk timur, sebenarnya tidak terlalu terlihat jejak-jejak sang mentari karena bangunan tempat aku tinggal saat ini justru membelakangi singgasana matahari. tapi aku tetap berusaha, aku tetap ingin bermain dengan sinar mentari pagi ini, karena sinar itu mengingatkan aku akan rumah yang sudah dua tahun terakhir aku tinggalkan, kamar yang sekarang kosong tak berpenghuni, ruang keluarga yang sekarang lebih sering bising karena suara tv bukan decak canda keluarga yang dulunya ramai. Sesak rasanya dadaku jika ingat bahwa sekarang aku barada jauh bermil-mil dari rumahku.
Aku jadi rindu akan jalan menanjak menuju rumahku, pemandangan teras rumah, bunga-bunga kesayangan mama yang mungkin telah memenuhi seluruh bagian teras depan rumah, meja makan kayu tempat mama selalu menyajikan masakan yang membuat aku tumbuh seperti sekarang, pokoknya semua sudut rumah itu aku rindukan. aku ingat betapa senang raut muka adik2ku saat bermain bersama di teras belakang rumah. seingatku saat aku meninggalkan rumah cat dindingnya masih berwarna putih, kecuali kamarku yang aku beri sentuhan lembut merah muda. sekarangrumah itu telah berganti warna menjadi lebih hijau..*warna kesukaan mama*.. yang sangat aku sayangkan adalah aku tidak punya selembarpun gambar rumah kesayanganku itu. saat ini aku hanya menanti waktu untuk kembali kesana.

No comments:
Post a Comment